Pesan Cinta Untuk Kaum Hawa - Coretanku


Sumber Gambar: Google

Oleh: Guntur Mahesa Purwanto

Bagi kamu para wanita apakah kalian tidak takut ketika aurat diumbar di Medsos kemudian kemesraan dengan pacar dijadikan status kemudian dipuja-puja dan dipamer-pamer untuk dilihat orang lain?

Kecantikanmu, kemolekanmu, apakah engkau murahkan begitu saja di hadapan orang lain serta sengaja engkau unggah agar orang lain melihatmu?

C’mon, paha ayam saja dijual sekitar 6.500 ke atas untuk pembelian sebuah Fried Chicken. Nah, ini Kamu begitu hebat promosi gila-gilaan tanpa diskon sedikitpun bahkan gratis...tis...tis!

Eh giliran diperkosa, dilecehkan, yang disalahkan adalah para pria yang katanya matanya jelalatan. Ehm, saya kira justru yang mengumbar aurat itulah yang menyeret para pria agar nafsu mereka memuncak. Wajarlah, pria juga manusia, selagi ada yang free kenapa tidak? Itu pun orang-orang yang tidak melek agama alias liberal. Lha, pertanyaannya, apakah yang mengumbar aurat juga mereka melek agama sehingga aurat mereka diumbar?

Awas lho, wanita itu sarangnya setan apabila dirinya tidak dibekali dengan ilmu agama yang kuat. Padahal sejatinya wanita itu mulia, namun dengan catatan tentunya apabila ia taat dalam menjalankan syariat Allah SWT.

Wanita pun rentan dirasuki Jin apalagi ketika sedang haid. Kecantikan dan kemolekan tubuhnya pun sering dijadikan alat bagi setan untuk memengaruhi pria agar keduanya terjerumus ke dalam kemaksiatan. Contohnya apa? Noh, the name is PACARAN! Ada lagi? Noh PSK (Pekerja Seks Komersial) ada di mana-mana!

Tidak sedikit para kaum Adam terlena oleh wanita karena kecantikan dan kemolekan tubuh Sang Wanita. Cobalah renungi kisah berikut.

Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi’in (270 H) yang hafal Alquran. Namanya adalah sebaik-baik nama, ‘Abdah bin ‘Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan.

Adakah bandingannya di dunia ini seorang Mujahid nan hafal Alquran, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya…???

Namun tak dinyana, akhir hayatnya, mati dalam kemurtadan dan hilang semua isi Alquran dalam hafalannya, melainkan 2 ayat saja yang tersisa.

Ayat apakah itu?? Apakah penyebabnya..??

Inilah kisahnya.

Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang wanita Romawi. Bukan dengan pedang melainkan dengan Asmara.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba mata ‘Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.

Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih: “Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?” Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani, maka aku jadi milikmu".

Syahwat telah memenuhi relung hati ‘Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan, dan buta Alquran. Hatinya terbangun tembok anti-hidayah.

Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah.

Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudera. Demi tubuh cantik nan fana itu, ia rela tinggalkan Islam. Ia rela murtad.

Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum Muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Alquran meninggalkan Allah Ta'ala dan menjadi hamba salib?

Ketika dibujuk untuk taubat, ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Alwuran mu yang dulu???” Ia menjawab, “Aku telah lupa semua isi Alquran kecuali 2 ayat saja yaitu : رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ. “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim." ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ. “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah Ta'ala yang terakhir, namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati dalam keadaan MURTAD.


Katanya sih, pacaran itu bikin adem-ayem, tapi di sisi lain dan pada faktanya, Kamu dengan si Dia sedang menabung DOSA!

Sayangya, yang namanya dosa itu tidak bisa kita cium dan raba, andai kata bisa, sebusuk apakah tumpukkannya itu? Dan jika bisa kita lihat, sehitam apakah itu?

Karena itulah Islam mengajarkan menutup aurat sebagai bentuk kemuliaan wanita, ada yang namanya cadar, gamis, manset, dll. Merupakan diantara penutup atau pakaian untuk menutup aurat kita. Karena, seperti kata hadits bahwa sesungguhnya seluruh tubuh wanita itu aurat kecuali wajah dan telapak tangan[1] dengan landasan QS. An-Nur: 31.

Coba deh kamu tanya pada diri kamu sendiri, "Sampai kapan mau ngumbar aurat?". Karena menunda-nunda malah membuat hilangnya kesempatanmu wahai wanita! Siapa tahu besok atau lusa kita mati, bukankah kita ketahui bersama bahwa umur atau kematian tidak ada yang tahu kecuali Allah? Barangkali saja hari ini. Segera benahi diri!



[1] Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam (Bandung: Sinar Baru Algesindo), hlm. 69.

Previous
Next Post »

ConversionConversion EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
-_-
(o)
[-(
:-?
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
$-)
(y)
(f)
x-)
(k)
(h)
(c)
cheer
(li)
(pl)