Sumber Foto: Google
_________
Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani
Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani
Pernah lihat jagoan di film-film laga semacam Jacky Chan, Jet Lee dan yang
lainnya ?.. Penampilannya kalem, bukan?, tidak petantang-petenteng. Berbeda
dengan musuh-musuhnya yang seneng petentengan, cengengesan, adigang-adigung,
sering meremehkan banyak orang, bahkan ngerendahin para jagoan.
Pada akhirnya, orang-orang yang seneng petentengan sok jagoan itu jatuh
tersungkur dihajar oleh para jagoan yang low profile dan rendah hati. Lucunya
lagi, setelah babak belur mereka lari, mengadu ke bosnya sambil nangis
sesenggukan.
Hehe.. gayanya aja sok jago, udah KO malah ngawadul ke bos besarnya. Mirip
ama orang-orang yang anti HTI. Gayanya aja mereka ngadain acara di
kampus-kampus, markas media dan lain sebagainya, guna menggembosi laju
perjuangan HTI. Mereka dengan gagah di sana membredel ide-ide Hizbut Tahrir.
Emang udah nasibnya yang sial, bukannya HTI mengecil, justru HTI semakin
membesar. Ide penegakkan kembali Syariah dan Khilafah semakin banyak
digandrungi umat. Bendera Alliwa' dan Arroya yang dulu banyak ditakuti orang
kini tidak lagi, justru keduanya berkibar gagah di tengah-tengah lautan massa
aksi 212 Jakarta. Jelas saja kaum sekuler liberal dibuat panas dingin olehnya.
Salah seorang pimpinan mereka ketika acara diskusi di salah satu stasiun tv
nasional menyatakan bahwa, "tahapan dakwah HTI saat ini sudah pada tahapan
"tholabun nushroh", puncaknya. Makanya pemerintah harus segera
membubarkan HTI," ungkapnya.
Jujur sekali dia mengakui kemajuan dakwah HTI, tinggal selangkah lagi
berarti Khilafah akan tegak, artinya tegaknya kembali Syariah dan Khilafah
bukanlah mimpi di siang bolong, sebagaimana yang sering dinyatakan oleh kaum
sekuler liberal. Pimpinan mereka sendiri yang menyatakan bahwa tahapan dakwah
HTI saat ini sudah memasuki fase "Tholabun Nushroh."
Merasa tidak sanggup melawan HTI yang semakin hari semakin kuat, ehh.. pada
akhirnya, mereka ngawadul juga ke big bos'nya supaya HTI dibubarkan. Mirip anak
kecil yang ngawadul ke orang tuanya gara-gara kalah main dengan temannya.
Setelah HTI kini diikat bos besarnya dengan Perppu, mereka mulai
petentengan lagi, bicara dengan pedenya, "Kami lah yang menang, HTI sudah
kalah." Giliran HTI mau bergerak, ehh.. mereka ngawadul lagi supaya
orang-orang HTI tidak dikasih kesempatan untuk melawan. Emang dasar cengeng,
beraninya kalo HTI diiket. Pas HTI mau ngejar malah kabur, ngawadul ke big bos
nya. Hemm.. kalo HTI tidak diiket udah babak belur ente.
Makanya jangan sok jagoan, tong!, kalo berani jangan suka ngawadul. Tarung
sendiri aja langsung, adu argumentasi. Biar umat sendiri yang menilai, siapa
yang kuat dan siapa yang lemah. Ente doktrin tuh masyarakat agar benci
Khilafah, silahkan, tapi biarkan juga dong HTI mendoktrin umat mendukung
Khilafah. Kalo tidak gitu sama aja ente ngajak orang tarung sparing dengan
syarat tangan dan kaki lawannya harus diiket.
Setelah lawannya babak belur tak berdaya dengan tangan diikat, ente
teriak-teriak kegirangan; "saya menang saya menang." Hemm.. dasar
bocah kecing.
Jangan sok jago dah kalo bisanya cuma ngawadul mah !!!
Cirebon, 27 Mei 2018
ConversionConversion EmoticonEmoticon