Sumber Foto: Doc. Pribadi
Cirebon, Coretanku981 ― Maraknya
generasi muda yang aktif di dunia maya membuat Syukron Fadhillah mendirikan
Komunitas Jurnalis Muda (KOJUM) pada 24 November 2017 yang berawal dari tulis-menulis
di blog. Keanggotaannya saat ini didominasi oleh Mahasiswa IAIN Syeikh Nurjati
Cirebon, jurusan Ilmu Hadits, memiliki visi dalam menangkal adanya artikel-artikel
negatif yang bertebaran di media sosial yang menjadikan para remaja sebagai
tatgetnya. Dengan terbentuknya KOJUM, Syukron ingin mengubah adanya artikel-artikel
negatif dengan artikel positif di antaranya berbentuk motivasi, cerita pendek,
puisi, dan lain sebagainya, namun memuat ajaran Islam sebagai landasannya. Selain
memuat tulisan, KOJUM memiliki agenda lainnya yaitu seminar ke Sekolah-sekolah
dan pembuatan film pendek. (06/05).
Syukron berkata, “Untuk di media sosial kami gempur dengan
tulisan-tulisan bermanfaat seperti motivasi, cerita pendek, puisi, dan lain
sebagainya. Adapun ke Sekolah-sekolah kami gempur dengan seminar yang dinamakan
dengan seminar jurnalistik. Itu kami perlihatkan bahwa jurnalistik itu penting,
bahkan ada ungkapan bahwa, ‘Emas adalah kekuatan pertama dan jurnalistik adalah
kekuatan kedua’ itu tertera dalam protokol ke dua belas Zionis.”
Syukron melanjutkan, “Mereka mengakui bahwa jurnalistik itu penting,
kita sebagai seorang muslim harus mengakui dan kita harus bercermin pada masa
lalu bahwasannya Madinah jadi negara yang berperadaban, negeri yang
berperadaban, dan turun-temurun pada Khilafah terakhir pun di Turki Ustmani,
peradaban-peradaban itu ditopang dengan literasi. Untuk itu kami membangun
masyarakat dengan hal-hal seperti itu.”
Syukron menambahkan, “Nanti insyaallah kita akan gempur lagi dengan
tontonan yang mendidik seperti tips menulis lewat instagram secara singkat, ada
short movie atau film pendek khusus Youtube nanti akan kami garap. Dan untuk
instagram sudah mulai di instagram Komunitas Jurnalis Muda.”
Dalam pengembangan internal Komunitas Jurnalis Muda, upaya pertama
yang dilakukan Syukron yakni membuat jalur komunikasi terlebih dahulu
dikarenakan anggota KOJUM merupakan satu-kesatuan terpisah antara anggota
laki-laki dan perempuan memiliki jalur kordinasi masing-masing. Upaya kedua, menempatkan
setiap individu ke dalam potensinya masing-masing.
“Saya juga melihat bahwa anggota kita itu heterogen, majemuk, tidak
hanya memiliki satu potensi. Untuk itu, yang potensinya di proses editing saya
tempatkan di proses editing, yang di public speaking saya tempatkan di public
speaking, tapi tetap dalam keadaan terpisah”, ucap Syukron.
Syukron melanjutkan, “Sama halnya dengan pembuatan film dan tips
menulis pun dipisah. Kalau tips menulisnya pemerannya perempuan, perempuan
semua. Kalau yang laki-laki pun laki-laki semua. Dan untuk film pendek pun
tentu saja akan dipisah juga dalam hal perekaman misalnya.”
Anggota KOJUM banyak didominasi oleh Mahasiswa IAIN Syeikh Nurjati
Cirebon Jurusan Ilmu Hadits. Namun, dari keseluruhan anggota yang ada tidak
semuanya kuliah. Di antaranya ada yang kerja dan pendidikan kilat.
Syukron berkata, “Dari keanggotaan banyak sekali yang ingin
masuk/mendaftar khususnya di bulan Februari 2018 kemarin. Namun, KOJUM sendiri berketad
ingin internalisasi terlebih dahulu, penguatan internal terlebih dahulu,
setelah solid, setelah semuanya saling memahami satu sama lain, setelah
mempunyai satu khitoh, satu thariqoh, baru kita buka lagi ke yang lebih besar
ekspansi keanggotaannya.” (Guntur MP.)
ConversionConversion EmoticonEmoticon