Muslim Bukan Teroris


(Sumber Foto: Google)

Oleh: Guntur Mahesa P.


Teroris adalah sebuah kata yang tidak asing lagi terdengar ditelinga kita karena adanya kata itu seseorang yang melakukan bom identik dengan padanan kata tersebut. Namun dari kata itu juga kaum muslimin sering pula ditujukan sebagai pelaku dari adanya teror tersebut. Hal itu terjadi karena adanya segelintir kelompok yang mengaku beragama Islam yang menjadikan kekerasan sebagai bagian dari ajarannya. Tidak hanya itu, anehnya lagi serangannya tersebut juga mengarah kepada saudaranya sendiri/ seiman.

Jihad adalah kata yang identik dijadikan alasan bahwa Islam adalah agama yang menghalalkan kekerasan. Dari kata inilah terkadang citra Islam dikenal sebagai agama yang keras dan sadis khususnya di dunia Barat. Bukan hanya pemaknaan kata jihad, simbol-simbol Islam, pakaian, dan perbuatan para pemeluknya pun sering dicirikan sebagai tanda-tanda teroris walaupun menurut penulis terdengar aneh seperti: memelihara janggut, memakai cadar, mengenakan celana cingkrang, berpakaian tertutup/ syar’i, rajin shalat ke Masjid, rajin membaca Qur’an, intensif mengikuti kajian Islam atau tablig akbar, dan lain-lain.

Namun, apakah betul bahwa Islam mengajarkan terorisme? Apakah seorang muslim diajarkan untuk saling membunuh satu sama lain bahkan membunuh dirinya sendiri atas nama jihad? Agar kita tidak keliru memaknai mari simak penjelasannya.

Definisi Muslim

Muslim adalah julukan yang ditujukan kepada mereka yang memeluk agama Islam. Sedangkan Islam adalah agama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara malaikat Jibril dan mengajak manusia menyembah dari penyembahan selain Allah SWT. menjadi penyembahan kepada Allah SWT.

Pengertian Islam

Secara bahasa, Islam adalah asal kata (mashdar) yang jika dijadikan fi”il madhi (perbuatan) perubahan katanya berubah menjadi aslama dan memiliki arti “menyerahkan diri.” Kata Islam berasal dari hubungan tiga huruf yakni:   س – ل – م yang memiliki arti selamat sejahtera. Bisa juga berarti menyerahkan diri, damai, dan bersih dari segala sesuatu (Fathul Bahri, 2008:1).

Islam, Kehidupan, dan Sejarah

Dari fenomena yang terjadi di dunia, benarkah Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan, pembunuhan, penganiayaan, dan semacamnya? Penulis jawab, bahwa Islam sebagai agama tidaklah demikian! Namun, istilah jihad memang Islam sendiri mensyariatkan atau mengajarkannya. Akan tetapi, sebagian orang atau kelompok sering menjadikan pemaknaan jihad ini sendiri menjadi kabur seperti halnya: bom bunuh diri, mudah membunuh orang kafir (sebutan bagi orang diluar agama Islam) tanpa dalil syar’i, bahkan apabila ada seseorang diluar kelompoknya pun mereka berpendapat halal darahnya walaupun orang tersebut sama-sama beragama Islam.

Sungguh miris, inilah yang sering menjadi masalah ditubuh umat Islam sendiri ketika mereka terpecah belah tanpa adanya seorang khalifah. Menurut penulis, semua ini ada sangkutpautnya ketika Islam terpecah belah bahkan dipecah belah oleh seseorang atau kelompok yang memiliki niat jahat tertentu untuk merusak Islam dari dalam. Karena sesungguhnya, makna jihad itu sendiri tidak hanya berbicara soal peperangan saja. Jihad memiliki arti “bersungguh-sungguh” dan bisa dikorelasikan seperti jihad dalam menuntut ilmu, jihad dalam berbakti kepada orang tua, Jihad melawan kefakiran, Jihad mengoreksi penguasa dzalim, dsb.

Jadi, jihad tidak melulu berbicara tentang diayunkannya pedang ke leher lawan. Bahkan, jika kita ingin bahas peperangan dalam sejarah Islam memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan peperangan yang terjadi saat Perang Dunia I, II, Perang Dingin, bahkan yang masih terjadi hingga saat ini di Suriah, Palestina, dan belahan bumi lainnya ketika umat Islam didzalimi atau tidak diberi hak dalam mengambil haknya.

Dalam buku karya Dr. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Basalamah, MA. berjudul “Mimpi Bertemu Nabi SAW.”, dijelaskan bahwa terdapat hadits riwayat imam Muslim yang menyinggung perkara jihad dengan redaksi sebagai berikut.

“Berperanglah, jangan kalian melakukan ghulul (mencuri rampasan perang), jangan berkhianat, jangan mencincang mayat, dan jangan pula membunuh anak-anak.” (HR. Muslim:1731)

“Berperanglah kalian dengan nama Allah. Perangilah musuh Allah dan musuh kamu di negeri Syam. Kamu akan mendapati diantara mereka orang-orang yang tinggal ditempat-tempat ibadah, mereka mengasingkan diri dari orang banyak. Maka janganlah kamu mengganggu mereka. Dan kamu mendapati orang-orang lain yang di kepala mereka ada sarang setan. Maka pecahkanlah dengan pedang. Janganlah kalian membunuh perempuan, jangan bunuh anak kecil menyusui, jangan bunuh orang tua renta, jangan potong pohon kayu, jangan tebang pohon kurma dan jangan hancurkan rumah." (HR. Al-Baihaqi, Sunan al Kubra:18620)

Dari pernyataan hadits di atas, mari kita sama-sama petik hikmah bahwa dalam berperang bahkan sebelum sepeninggalnya Rasulullah SAW. kaum muslimin memiliki adab atau aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam mengamalkan perbuatan jihad tersebut. Selain itu, sepengetahuan penulis, agama Islam menginvasi sebenarnya tidak cocok jika hal itu disebut dengan invasi. Karena pada hakikatnya segenap kaum muslimin bukan menjajah melainkan menjalankan kewajiban dakwah kepada suatu negeri agar pemimpin dan rakyatnya menyembah Allah SWT. dan menerapkan hukum-hukum-Nya didalam pemerintahannya.

Karena apabila Islam menjajah seperti yang pernah terjadi di Indonesia seperti adanya penjajahan era Belanda, penjajahan era Jepang, bahkan di negeri lainnya di dunia. Penjajahan selalu identik dengan kekerasan, pemaksaan, rampasan, penganiayaan, bahkan sampai terjadi pemerkosaan, dan pembunuhan. Islam sebagai agama mengajarkan jihad tidaklah seperti itu melainkan menjadikan negeri tersebut menjadi makmur, sejahtera, dan mengajak masyarakat didalamnya agar taat beribadah.

Dahulu, Islam pernah menguasai 2/3 dunia dan membuat dunia tunduk kepadanya namun tidak mendiskriminasikan diluar pemeluknya. Salah satu sejarah Islam yang pernah ada yakni peradaban Islam di Andalusia. Pada zaman Bani Umayyah (661-750 M) kemajuan sains dan teknologi, utamanya di Andalusia pernah dirasakan oleh masyarakat Eropa. Oliver Leaman menuturkan kondisi kehidupan intelektual masa itu.

“...pada masa peradaban agung di Andalus, siapapun di Eropa yang ingin mengetahui sesuatu yang ilmiyah ia harus pergi ke Andalus. Diwaktu itu banyak sekali litelatur lain yang belum terselesaikan, dan jika seseorang pergi ke Andalus maka sekembalinya dari sana ia tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi, Islam di Spanyol mempunyai reputasi selama ratusan tahun dan menduduki puncak tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains, teknik dan matematika. Ia mirip seperti posisi Amerika pada saat ini, dimana beberapa universitas berada.” (Luky B. Rouf, dkk. 2016:11).

Dari peradaban Islam tersebut, lahir pula ilmuwan-ilmuwan Islam yang karya penemuannya selalu dijadikan rujukan dunia. Bahkan, hingga saat ini keberadaan penemuan, ide atau konsepnya masih terkenang dan berkembang selain dari adanya bangunan-bangunan bersejarah di dunia yang memiliki arsitektur yang menggambarkan peradaban tinggi Islam kala itu. Berikut ini adalah beberapa ilmuwan Islam yang pernah memberikan kontribusi kepada dunia.

  1. Al-Biruni, seorang ahli dalam bidang fisika dan juga kedokteran.
  2. Jabar bin Hayyan, disebut oleh para ilmuwan Barat sebagai pakar dibidang kimia.
  3. Al-Khawarizmi, seorang ahli matematika dalam penemuannya mengenai algoritma yang masih abadi hingga saat ini.
  4. Al-Kindi, Ibnu Rusyd atau orang Barat menyebutnya Averroes adalah seorang pakar dibidang filsafat.
  5. Al-Farazi, Al-Fargani, Al-Bitruji, adalah mereka yang menguasai keilmuan dibidang astronomi.
  6. Abu Ali Al-Hasan bin Haythami, ahli dibidang teknik dan optik.
  7. Ibnu Sina, orang-orang Barat mengenalnya dengan nama Avicenna, dikenal sebagai Bapak Ilmu Kedokteran Modern.
  8. Ibnu Khaldun, seorang pakar dibidang sejarah dan sosiologi (Luky B. Rouf, dkk. 2016:13).

Tentunya, dari ilmuwan-ilmuwan di atas masih banyak lagi yang belum tersebutkan namanya dan saya persilahkan kepada pembaca untuk melengkapinya apabila ada penambahan.


Selanjutnya, Islam selain dari pada peradaban yang pernah berjaya selama berabad-abad, juga sebagai agama yang mengajarkan kebersihan dan pola hidup sehat. Pertama, Islam mewajibkan kepada orang yang hendak melakukan shalat untuk bersuci atau berwudhu terlebih dahulu. Islam juga mengajarkan kita tetap bersuci tatkala kita tidak menemui air untuk melaksanakan shalat dengan tanah sebagai pengganti air atau disebut dengan bertayamum.

Kedua,  Islam menganjurkan kepada pemeluknya untuk mencukur bulu-bulu halus yang terdapat dibeberapa titik bagian tubuh. Juga gerakan shalat yang memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan fisik kita. Begitu pun berpuasa seperti halnya diet namun berbuah pahala.

Dikutip dari Tribunnwes.com, Manfaat shalat bagi kesehatan fisik diteliti oleh ahli dari Universitas Binghamton New York, Prof. Muhammad Khasawneh. Studi berjudul "Studi Ergonomis Gerakan Tubuh dalam Shalat Pemodelan Manusia Digital" ini dipublikasikan dalam International Journal of Industrial and System Engineering.

"Gerakan-gerakannya mirip dengan yang ada pada latihan yoga atau terapi fisik untuk nyeri punggung," katanya. Khasawneh mengatakan, “Berdoa bisa mengurangi stres fisik dan kecemasan, namun ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa ritual doa dapat dipertimbangkan sebagai terapi klinik yang efektif untuk disfungsi persarafan otot, tulang, dan persendian.”

Bagaimana? Masih belum puas? Baiklah, menurut penulis, Islam juga bisa disebut dengan agama yang memiliki filosofi. Maksudnya, ada beberapa aturan Islam semisal makan harus dengan tangan kanan, membersihkan kotoran dengan tangan kiri. Hal itu memiliki penjelasan bahwa makan sesuatu dengan tangan kanan adalah hal yang sangat dianjurkan atau sunnah. Selanjutnya, apabila kita makan dengan tangan kiri kecuali ada uzur syar’i (terpaksa) maka apa yang kita makan nantinya akan masuk kedalam tubuh jin atau setan dan menjadi tidak berkah. Terlebih jika kita tidak berdoa.

Adapula pendapat bahwa tangan kanan itu lebih mulia/ utama dibandingkan dengan tangan kiri karena keduanya memiliki fungsi berbeda. Jika tangan kiri biasa digunakan untuk mencebok atau membersihkan kotoran, najis, yang ada di tubuh kita, maka tangan kanan melakukan tugasnya untuk makan, bersalaman, memberi, dan lain sebagainya.

Oke, mungkin sekian untuk pembahasan materi singkat ini. Kesimpulannya, Islam bukanlah agama yang mengajarkan kekerasan melainkan pernah memberi dan membuktikan peradabannya kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang mulia. Apabila ada individu atau golongan yang bertolak belakang dengan pembahasan materi ini yakni menjadikan kekerasan bagian dari ajaran Islam, bagi penulis hal itu terjadi karena kurangnya pendalaman dalam mengkaji tafsir Al-Qur’an juga hadits.

Karena, ayat Al-Qur’an maupun redaksi hadits tidak hanya dibaca dan diamalkan semata melainkan terlebih dahulu adanya proses pengkajian mendalam oleh para mujtahid mengenai beberapa makna baik ayat yang muhkam maupun mutasyabih. Selain itu, dalam proses pengkajian tersebut, para mujtahid pun dibekali dengan berbagai macam ilmu dan dirinya pun harus menjaga disetiap lisan dan perbuatannya sebagai penjagaan kesucian dirinya kepada Allah SWT. dari segala kemaksiatan yang dapat membuat dirinya khilaf dalam mengkajinya. Terlebih dirinya bukan mengkaji sesuatu yang mudah, biasa, melainkan suci dan dapat berpengaruh terhadap kehidupan orang banyak.

Sumber Pustaka

Bahri, Fathul.2008. Meniti Jalan Dakwah Bekal Perjuangan Para Da’i. Jakarta: Amzah.
Rouf, Luky B., Guslaeni Hafidz, dkk. 2016. Smart With Islam Materi Dasar Membina Remaja Islam dengan Islam. Bogor: I-MuD Publisher.

4 comments

Click here for comments
30 May 2018 at 09:36 ×

Setuju! Muslim itu bukanlah teroris!

Mari jadikan Islam sebagai solusi kehidupan!

Rindu kejayaan Islam/ Khilafah Islamiyah.

Reply
avatar
30 May 2018 at 21:21 ×

Mereka yang men-cap Muslim teroris adalah mereka yang tidak tahu ataupun karena kebencian yang mendalam.

Padahal, Islam pernah berkontribusi selama berabad-abad lamanya dengan sistem yang dikenali yakni Khilafah.

Reply
avatar
5 June 2018 at 09:12 ×

Ini nih masuk ke genre ngepop sebenarnya. Ke depan nulis2 isu kayak gini mungkin tingkatkan bahasanya jadi lebih cair lagi

Reply
avatar
5 June 2018 at 15:36 ×

Seperti Opini ataukah bagaimana ya?

Reply
avatar

ConversionConversion EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
-_-
(o)
[-(
:-?
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
$-)
(y)
(f)
x-)
(k)
(h)
(c)
cheer
(li)
(pl)